SUNGGUMINASA, iNews.id - Ketidakhadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dalam peresmian ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili, Rabu (21/10/2026), menjadi perhatian Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Di hadapan para undangan, Andi Sudirman sempat melontarkan sentilan bernada kelakar saat menyadari kepala daerah setempat tidak hadir dalam acara peresmian infrastruktur jalan yang berada di wilayah Kabupaten Gowa tersebut.
“Plt Bupati Gowa, tidak ada ya? Baru kelas Plt ini nda hadir sudah,” ujar Andi Sudirman, disambut tawa sejumlah tamu undangan.
Gubernur kemudian kembali menyinggung ketidakhadiran Darmawangsyah, sementara dirinya bersama Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, hadir dalam kegiatan tersebut.
“Ini orang diabsen ini. Gubernur, wakil gubernur hadir, dia nda hadir,” katanya.
Andi Sudirman bahkan mempertanyakan keberadaan Darmawangsyah karena kegiatan peresmian itu berlangsung di wilayah yang kini dipimpinnya.
“Di mana ini (Plt Bupati)? Cari-cari nanti. Baru (jalan ini) wilayahnya lagi, Gowa, wah pelanggaran ini,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sontak mengundang tawa para undangan. Namun, di balik sentilan itu, ketidakhadiran Plt Bupati Gowa Darmawangsyah Muin ternyata berkaitan dengan agenda pemerintahan di tingkat pusat.
Mengenai hal itu, Darmawangsyah Muin menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di Jakarta untuk menghadap Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk berkonsultasi mengenai kebijakan pembayaran utang daerah tahun anggaran 2025–2026.
Menurut Darmawangsyah, konsultasi itu penting dilakukan karena Pemerintah Kabupaten Gowa tidak memiliki anggaran perubahan. Karena itu, diperlukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan keuangan daerah dapat dijalankan sesuai ketentuan.
“Saya ke Jakarta menghadap Dirjen Keuda terkait kebijakan pembayaran utang daerah 2025–2026. Ini harus saya tempuh karena Gowa tidak ada anggaran perubahan, sehingga penting bagi Pemda berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri agar tidak ada kekeliruan dalam pelaksanaan kebijakan keuangan nantinya,” ujar Darmawangsyah.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui agenda peresmian ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili setelah tiba di Jakarta pada sore hari, sementara kegiatan peresmian dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Darmawangsyah mengaku telah menyampaikan penjelasan kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, sekaligus meminta izin atas ketidakhadirannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Gowa.
“Oleh itu, saya sudah sampaikan ke Pak Andi Sudirman dan izin, disertai ucapan terima kasih mewakili masyarakat Gowa atas perhatian yang begitu besar dari beliau terkait penuntasan jalan provinsi yang ada di Gowa. Ini sungguh luar biasa,” pungkasnya.
Rp430 Miliar untuk Infrastruktur Jalan
Di sisi lain, peresmian ruas Burung-Burung–Bili-Bili menjadi bagian dari Paket 1 proyek infrastruktur jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui skema kontrak tahun jamak atau Multi Years Project (MYP).
Paket tersebut memiliki nilai anggaran Rp430 miliar dan mencakup sejumlah ruas jalan di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Gowa.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan kualitas infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Meski sempat menjadi sorotan akibat sentilan gubernur, Darmawangsyah menegaskan bahwa agenda ke Jakarta dilakukan untuk memastikan kebijakan pembayaran utang daerah berjalan sesuai aturan.
Konsultasi tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah tidak keliru mengambil langkah dalam pengelolaan keuangan, terutama di tengah keterbatasan ruang anggaran perubahan.
Editor : Revin
Artikel Terkait
