Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi Disorot, Aksi Mahasiswa di Bantaeng Memanas

Albar
Massa aksi HPMB terlibat adu mulut dengan warga saat unjuk rasa di depan SPBU Parasula, Bantaeng, yang sempat memicu kericuhan. Foto: iNewsGowa.id.

BANTAENG, iNews.id - Dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di SPBU Pertamina Parasula, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, memicu aksi unjuk rasa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya. Aksi yang digelar Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.35 Wita itu berlangsung tegang dan sempat diwarnai kericuhan.

Koordinator aksi, Alif Maulana, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari investigasi internal yang dilakukan HPMB pada 15 Februari 2026. Mereka menyoroti dugaan pengisian solar subsidi yang dinilai tidak sesuai peruntukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.

“Kami menemukan dugaan pengisian solar subsidi yang tidak sesuai peruntukan. Saat mencoba meminta klarifikasi, kami justru mendapat respons yang dinilai intimidatif,” ujar Alif dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, aksi tersebut bertujuan mendesak agar distribusi BBM subsidi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Namun di tengah penyampaian aspirasi, situasi memanas setelah muncul sekelompok warga yang mengaku terganggu dengan jalannya aksi.

Dalam insiden tersebut, beberapa peserta aksi dilaporkan mengalami tindakan kekerasan. HPMB Raya pun meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan serta mengevaluasi pengamanan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Satuan Intelkam Polres Bantaeng, AKP Edwar, membenarkan adanya ketegangan saat aksi berlangsung.

“Iya, kemarin ada beberapa orang yang mengaku warga sekitar mencoba mengintimidasi massa aksi. Namun aparat keamanan segera hadir untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang warga sekitar, Daeng Lallo, mengaku keberatan dengan aksi tersebut karena dianggap mengganggu ketertiban lingkungan.

“Mereka aksi setelah salat Asar. Kami warga kaget dan jengkel dengan suara motor yang keras, makanya kami ke lokasi. Sempat terjadi keributan,” katanya.

Hingga kini, situasi di sekitar SPBU Parasula telah kembali kondusif. Aparat kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang masuk dan memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Abdul Kadir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network