Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Manggarupi Gowa Makin Berkembang, Jadi Pilihan Menarik untuk Hunian dan Investasi
Advertisement . Scroll to see content

Sekertaris PKB Gowa Ikut Tanggapi Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu 2024

Sabtu, 04 Maret 2023 | 16:50 WIB
  • author pa
Sekertaris PKB Gowa Ikut Tanggapi Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu 2024
Sekertaris DPC PKB Gowa, Agussalim Dg Ngago

SUNGGUMINASA, iNewsGowa,id - Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Agussalim Dg Ngago ikut menanggapi ditundanya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Agussalim menilai putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) keliru dalam memutuskan perkara hingga menghukum KPU dengan menunda pemilu.

"Majelis hakim telah keliru membuat putusan dalam perkara ini," ujarnya Agussalim, pada, Sabtu (04/03/23).

Menurutnya, gugatan yang dilayangkan Partai Prima adalah gugatan perdata, yakni gugatan perbuatan melawan hukum biasa.

"Bukan gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa, dan bukan pula gugatan yang berkaitan dengan hukum publik di bidang ketatanegaraan atau administrasi negara," jelasnya 

Dalam gugatan perdata biasa, lanjut Agus, maka sengketa yang terjadi adalah antara penggugat (Partai Prima) dan tergugat (KPU).

Sedangkan pihak lain tidak tersangkut dengan sengketa ini.

Oleh karena itu, putusan mengabulkan dalam sengketa perdata biasa hanyalah mengikat penggugat dan tergugat saja, tidak dapat mengikat pihak lain. 

"Putusannya tidak berlaku umum dan mengikat siapa saja atau 'erga omnes'," 

Perkara perdata ini beda dengan putusan di bidang hukum tata negara dan administrasi negara seperti pengujian UU oleh MK atau peraturan lainnya oleh MA. Sifat putusannya berlaku bagi semua orang (erga omnes).

"Saya melihat bahwa jika memang PN Jakpus mengabulkan gugatan Partai Prima, maka KPU harus dihukum verifikasi ulang. Hukuman ini tanpa mengganggu partai-partai lain," tutupnya.

 

 

 

Editor: Thamrin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut