ICD Gelar Dialog Peradaban Gowa, Soroti Jati Diri sebagai Kunci Kemakmuran
SUNGGUMINASA, iNews.id - Komunitas Intelectual Culture Discussion (ICD) menggelar dialog interaktif terbatas bertema “Peradaban Gowa Solusi Kemakmuran Negeri”, di Cafe Kolamario, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan beragam elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh agama, tokoh adat, pemerhati budaya, tokoh perempuan, hingga perwakilan organisasi masyarakat (ormas), LSM, insan pers, dan masyarakat umum Gowa-Makassar.
ICD Gowa sendiri merupakan wadah diskusi yang lahir dari inisiasi Ismail Bangsawan, Sugianto Pattanagara, dan Muh. Isra DS.
Forum ini terbentuk dari perbincangan santai sejumlah tokoh yang kemudian berkembang menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas isu-isu strategis, khususnya terkait kebudayaan dan peradaban lokal.
Sugianto Pattanagara, yang juga bertindak sebagai moderator, mengungkapkan bahwa ide pembentukan ICD berangkat dari diskusi ringan bersama sejumlah tokoh, termasuk Ahmad Pidris Zain selaku Ketua Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM).
"ICD ini lahir dari hasil bincang-bincang lepas kami dengan beberapa tokoh. Dari situ kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan ruang diskusi seperti ini,” jelas Sugianto, yang akrab disapa Anto.
Berbeda dengan forum formal pada umumnya, ICD dikemas dalam bentuk diskusi terbuka tanpa narasumber tunggal. Setiap peserta diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan pandangan dan gagasannya terkait tema yang diangkat.
Meski demikian, Ahmad Pidris Zain turut memberikan pemaparan mendalam mengenai kondisi Gowa saat ini serta tantangan ke depan.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan jati diri masyarakat Gowa sebagai fondasi dalam menghadapi perubahan zaman.
"Saat ini yang kita butuhkan adalah menemukan kembali entitas dan integritas diri sebagai orang Gowa. Dari situlah kita bisa beradaptasi dengan perubahan besar yang akan terjadi ke depan,” ujarnya di hadapan peserta.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dari peserta yang hadir.
Beragam perspektif muncul, mencerminkan kepedulian bersama terhadap masa depan peradaban Gowa.
Sementara itu, Ismail Bangsawan Dg Bunga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja.
Dg Bunga, sapaan akrabnya mendorong agar ICD terus berlanjut dengan pembahasan yang lebih tajam dan konstruktif serta menghasilkan langkah-langkah konkret.
"Kami berharap diskusi ini terus berlanjut, tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga melahirkan kegiatan yang lebih proyektif dan konstruktif dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui forum seperti ICD, diharapkan lahir sosok berintegritas dengan ide dan gagasan serta langkah nyata dalam membangun kembali peradaban Gowa yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal sebagai solusi menuju kemakmuran negeri.
Editor : Revin