Perang Kelompok di Makassar Tewaskan Pria Dewasa, Kapolsek Mamajang Ikut Jadi Korban Busur
MAKASSAR, iNewsGowa.id - Aksi perang kelompok di Makassar, antara warga Lorong 3 dan lorong 4 di Jalan Kakaktua, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Provinsi Sulsel, berujung tragis.
Seorang pria dewasa berinisial IA (51) meninggal dunia setelah terkena anak panah busur di bagian leher. Sementara itu, Kapolsek Mamajang, AKP Tri Wahyu Husada Andromeda, juga menjadi korban setelah terkena anak panah busur di bagian kaki.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026). Insiden ini menjadi perhatian setelah aparat kepolisian yang turun langsung ke lokasi untuk membubarkan aksi tawuran justru turut menjadi sasaran serangan senjata tajam jenis busur.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad, membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa perang kelompok tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, kedua korban masing-masing adalah Kapolsek Mamajang AKP Tri Wahyu Husada Andromeda yang mengalami luka akibat terkena busur di bagian kaki, serta seorang remaja berinisial IA (16) yang meninggal dunia akibat terkena busur di bagian leher.
Menurut AKP Jafar Achmad, saat kejadian berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, Tim Barakuda, dan personel Polsek Mamajang turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Namun, ketika petugas tiba, aksi tawuran masih berlangsung. Saat anggota berupaya melakukan pengamanan, terdapat serangan menggunakan anak panah busur yang mengenai korban IA hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Dalam kejadian yang sama, Kapolsek Mamajang juga terkena busur di bagian kaki dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski Kapolsek Mamajang menjadi korban, personel gabungan tetap melanjutkan upaya pengamanan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Hingga hari ini, Kamis (5/11/2026), sejumlah anggota kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran susulan.
Lebih lanjut, AKP Jafar Achmad mengungkapkan bahwa pemicu perang kelompok tersebut diduga berawal dari adanya ketersinggungan antarkelompok. Bahkan, sebelumnya terdapat indikasi rencana penyerangan.
"Awalnya karena adanya ketersinggungan sehingga terjadi perang kelompok. Sebelumnya juga pernah ada indikasi akan dilakukan penyerangan," jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat memberikan keterangan, pihak kepolisian belum mengamankan pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius terhadap maraknya aksi perang kelompok yang menggunakan senjata tajam jenis busur di wilayah Kota Makassar.
Selain mengancam keselamatan warga, aksi tersebut juga dapat membahayakan petugas yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan penyisiran guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan serta mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut.
Editor: Revin