get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua DPRD Gowa Berganti, DPC PPP Bilang Begini

Demo Memanas, Massa Terobos Gerbang DPRD Gowa

Rabu, 22 April 2026 | 17:42 WIB
header img
Massa Aksi Demo Pormula di Gowa, Minta Pemerintah Bertindak. (Foto iNews.id/ Akbar).

SUNGGUMINASA, iNews.id - Aksi demonstrasi yang digelar massa dari Poros Pemuda Berlawan (Pormula) berlangsung di dua titik, yakni di gedung DPRD dan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/04/2026).

Aksi yang awalnya terpusat di depan gedung DPRD Gowa diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan. Demonstran sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian dan Satpol PP saat berupaya masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait berbagai persoalan pemerintahan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Namun, setelah kurang lebih dua jam berorasi, tidak satu pun perwakilan pemerintah daerah maupun anggota DPRD yang menemui massa, sehingga memicu kekecewaan.

Situasi sempat memanas ketika massa berusaha menerobos masuk sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif. Beberapa saat kemudian, Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Abdul Razak, akhirnya menemui massa aksi.

Dialog pun berlangsung antara demonstran dan pihak DPRD Gowa, Abdul Razak. Dalam pertemuan tersebut, Ia menyampaikan komitmen DPRD untuk segera menindaklanjuti tuntutan dengan membentuk panitia khusus (pansus) guna menyelidiki sejumlah dugaan yang disampaikan massa.

“Kami akan segera menindaklanjuti tuntutan para demonstran untuk secepatnya membentuk pansus,” ujar Abdul Razak.

Setelah menerima penjelasan tersebut, massa kemudian bergeser ke Kantor Bupati Gowa dengan menggunakan mobil komando dan kendaraan roda dua. Setibanya di lokasi, massa kembali melakukan aksi dengan membentangkan spanduk dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Jenderal Lapangan aksi, Fahim, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak serius dalam merespons aspirasi masyarakat.

“Kami sudah menyampaikan tuntutan secara terbuka selama kurang lebih dua jam, tetapi tidak ada satu pun yang menemui kami. Ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam mendengar aspirasi rakyat,” tegas Fahim.

Ia juga menyatakan bahwa massa akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah isu di Kabupaten Gowa, mulai dari polemik di sektor pendidikan, dugaan pelanggaran moral pejabat, hingga dugaan tindak pidana korupsi dalam program pengadaan seragam sekolah gratis Tahun Anggaran 2025.

Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Bupati Gowa untuk mencabut pembatalan sepihak beasiswa terhadap seorang mahasiswa program doktoral serta memulihkan nama baik pihak terkait.

Selain itu, massa juga mendesak DPRD membentuk pansus untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran serta mendorong pembersihan internal pemerintahan dari oknum yang dinilai merusak tata kelola.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Setelah menyampaikan aspirasi di dua lokasi, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib, namun berkomitmen akan kembali melakukan aksi lanjutan dalam waktu dekat.

Editor : Revin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut