Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kejari Bantaeng Naikkan Kasus Hibah Air Minum PDAM ke Penyidikan, Dana Rp13,5 Miliar Disorot
Advertisement . Scroll to see content

4.000 Pelanggan PDAM Bantaeng Krisis Air Bersih, Dampak Pipa Induk Rusak Pascabanjir

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:59 WIB
  • author Muhammad Albar Arianto
4.000 Pelanggan PDAM Bantaeng Krisis Air Bersih, Dampak Pipa Induk Rusak Pascabanjir
Pipa Induk PDAM Bantaeng Rusak Pascabsnjir, 4.000 Pelanggan Terdampak Krisis Air Bersih. Foto iNews.id/ Albar

BANTAENG, iNewsGowa.id - Sekitar 4.000 pelanggan PDAM Tirta Eremerasa Bantaeng terdampak gangguan distribusi air bersih akibat kerusakan pipa induk di Kecamatan Eremerasa, pascabanjir yang terjadi sejak awal Mei 2026.

Gangguan layanan tersebut dirasakan pelanggan di Kecamatan Pajukukang, Kecamatan Bantaeng, serta sebagian wilayah Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulsel.

Salah satu karyawan PDAM Bantaeng, Dedi, membenarkan kerusakan pipa induk tersebut menyebabkan distribusi air bersih terganggu ke ribuan pelanggan.

“Kami terus berupaya agar pelayanan air bersih tetap tersalur. Namun saat ini armada kami hanya tersisa satu unit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik PDAM Bantaeng, Rivanova Iskandi, menjelaskan kerusakan pipa di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, membutuhkan pengerjaan ulang karena ditemukan kebocoran di beberapa titik.

Menurutnya, proses perbaikan harus dilakukan secara teknis dan ditangani tenaga profesional agar tidak menimbulkan kerusakan berulang maupun pembengkakan biaya perusahaan.

“Pengerjaan pipa tidak boleh asal-asalan. Ini harus dikerjakan oleh tenaga profesional karena akan berdampak pada pembengkakan biaya perusahaan secara terus-menerus,” kata Rivanova.

Ia mengungkapkan, sejumlah transblok atau penyangga pipa mengalami kerusakan. Padahal, komponen tersebut berfungsi menopang beban pipa dan meredam getaran agar jalur distribusi tetap stabil.

Selain itu, posisi pipa disebut berubah dari posisi awal. Sebelum rusak, pipa berada di titik lebih tinggi. Namun saat dilakukan pengerjaan sebelumnya, posisi pipa dipasang lebih rendah sehingga memicu beban tarik pada jaringan pipa.

“Karena beban pipa cukup berat, pipa tertarik ke bagian yang lebih rendah. Posisi pipa itu harus diukur menggunakan GPS agar bisa seimbang,” jelasnya.

Rivanova menyebut perbaikan pipa tetap memerlukan rekomendasi dari direktur utama PDAM. Meski demikian, menurut dia, Bupati Bantaeng selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dapat memberikan instruksi langsung untuk percepatan perbaikan.

“Kalau melihat kondisi yang terjadi, Bapak Bupati sebagai KPM dapat memerintahkan kami langsung untuk memperbaiki kerusakan pipa di Eremerasa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pihak teknis PDAM siap menangani perbaikan tanpa melibatkan pihak luar.

“Untuk kondisi sekarang, pipa di Eremerasa bisa diperbaiki tanpa campur tangan pihak luar. Kami siap mengerjakan, namun saat ini masih menunggu perintah langsung dari beliau (Bupati),” pungkasnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Bantaeng berharap PDAM segera menyelesaikan kerusakan pipa agar distribusi air kembali normal.

“Kami tidak ada urusan dengan masalah di PDAM, kami hanya ingin air segera mengalir,” ujar seorang warga, Karaeng Ayu, Senin (11/5/2026).

Editor: Revin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut