Warga Tabaringan Keluhkan Jalan Rusak hingga BPJS, Ketua DPRD Takalar Siap Kawal
TAKALAR, iNews.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Muh. Rijal, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan Tabaringan, Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumat (4/9/2026).
Kehadiran Legislator dari Partai PKB itu disambut antusias warga setempat. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, di antaranya Sekretaris Lurah Bontolebang Larigau Alnur berserta jajaran staf kelurahan, Babinsa-Bhabinkamtibmas Kelurahan Bontolebang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh tani dan tokoh nelayan.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Takalar H Muh Rijal mengatakan reses merupakan bagian dari tugas dan kewajiban anggota DPRD untuk turun menyerap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kehadirannya bertemu langsung masyarakat untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menghimpun aspirasi yang nantinya diperjuangkan melalui pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah.
“Reses ini menjadi ruang bagi kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan kawal sesuai mekanisme yang ada,” ujar Rijal.
Warga Sampaikan Beragam Aspirasi
Dalam dialog interaktif, warga Lingkungan Tabaringan menyampaikan sejumlah usulan dan keluhan yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.
Ibu Kepala Lingkungan Tabaringan mengusulkan pengaktifan kartu BPJS Kesehatan bagi warga, penambahan titik lampu penerangan jalan, serta perbaikan sistem drainase lingkungan.
Sementara Sitti Hamsinah meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi akses jalan lingkungan yang mengalami kerusakan. Ia juga menyampaikan aspirasi terkait pengaktifan kembali kepesertaan BPJS.
Aspirasi lainnya disampaikan Imrawati, yang berharap adanya dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal Paddekko. Menurutnya, pelestarian budaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan lingkungan.
Dari sektor pertanian, Hasis Dg Bombong mengusulkan bantuan sarana pertanian berupa pompa air, sprayer, serta program pipanisasi untuk mendukung kelancaran irigasi lahan pertanian masyarakat.
Sedangkan Dg Kulle menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah. Ia berharap distribusi LPG 3 kilogram dan pupuk bersubsidi dapat lebih tepat sasaran sehingga benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Kemudian Hasis Dg Sijaya meminta agar pembangunan drainase sepanjang sekitar 200 meter segera direalisasikan. Aspirasi tersebut dinilai mendesak mengingat masyarakat akan memasuki musim hujan. Selain drainase, warga juga mengusulkan penambahan lampu penerangan jalan.
Rijal Janji Kawal Aspirasi Warga
Menanggapi usulan aspirasi masyarakat Kelurahan Bontolebang, Ketua DPRD H. Rijal memastikan seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat tidak berhenti pada forum reses, tetapi akan dikawal dalam proses pembahasan program dan penganggaran bersama pemerintah daerah.
“Seluruh masukan dari warga Tabaringan, mulai dari infrastruktur drainase, perbaikan jalan, bantuan pertanian, BPJS, hingga pelestarian budaya Paddekko—akan menjadi prioritas kami untuk dikawal dalam rapat pembahasan anggaran bersama eksekutif,” tegas Rijal.
Tak hanya menyerap aspirasi, pada akhir kegiatan Ketua DPRD Takalar juga menyalurkan secara langsung bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS/BPJS Gratis) kepada warga kurang mampu.
Selain itu, H Muh Rijal menyerahkan fisik KTP elektronik (KTP-el) kepada warga yang sebelumnya belum memiliki dokumen kependudukan tersebut.
Kegiatan Reses Masa Sidang I kemudian ditutup dengan foto bersama dan silaturahmi antara Ketua DPRD Takalar, jajaran pemerintah Kelurahan Bontolebang, serta tokoh dan warga masyarakat setempat.
Editor : Revin