Tim Gabungan APH Pantau Revitalisasi Sekolah di Takalar
TAKALAR, iNews.id - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari pihak Polres Takalar dan Kejaksaan Negeri Takalar serta Diknas Pendidikan Takalar intens melakukan Monev pada penerima Program Bantuan Revitalisasi tahap dua dari Kemendidasmen Republik Indonesia, Rabu (7/10/2026).
Dalam Kunjungannya, tim tersebut mengecek langsung progres pekerjaan sarana dan prasarana pembangunan Revitalisasi Rekolah di Takalar diantaranya, progres pekerjaan hingga hari kunjungan, kurva S, deviasi, serta kendala teknis maupun nonteknis.
Perwakilan dari Kejari Takalar menyatakan fokus pemantauan berada pada aspek nonteknis. Tim kejaksaan mengantisipasi potensi gangguan, hambatan, ancaman, maupun tantangan yang dapat memengaruhi kelancaran proyek.
"Selama kunjungan kami terhadap program revitalisasi yang sedang berjalan ditakalar masih berjalan normal," ujar Irfan kepada iNews.id, Rabu (7/10/2026).
lebih lanjut Irfan, mengatakan bahwa aspek teknis pekerjaan bukan menjadi ruang lingkup pemeriksaan pihaknya.
“Kami hanya sebatas terkait gangguan, hambatan, ancaman, dan tantangan dari segi nonteknis. Kalau menyangkut spesifikasi pekerjaan teknis dan lainnya, itu bukan kapasitas kami,” jelas Irfan.
Sementara, Kanit Tipidkor Polres Takalar, Asrul DN mengatakan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dalam kegiatan tersebut masih dalam kapasitas monitoring dan evaluasi bersama pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Menurutnya, pendampingan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus menjadi langkah preventif (pencegahan) apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi selama pekerjaan masih berlangsung.
“Kami dari APH sifatnya monitoring dan evaluasi pekerjaan revitalisasi di Kabupaten Takalar bersama Dinas Pendidikan dan Kejaksaan. Kalau ada yang perlu dibenahi atau kemungkinan diperbaiki, tentu akan kami sampaikan. Karena pekerjaan masih berjalan, kami belum masuk terlalu jauh pada pemeriksaan pekerjaan,” jelas Asrul DN.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Takalar melalui Kabid Pendidikan Dasar, Mursalim menuturkan bahwa pelaksanaan monitoring yang melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan ini bertujuan agar program bantuan dari pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai perencanaan, petunjuk teknis, dan ketentuan yang berlaku.
“Pendampingan ini merupakan wujud pencegahan dini, pengawalan, serta upaya agar program nasional tersebut berjalan sesuai aturan dan bebas dari masalah hukum,” jelas Mursalim.
Menurutnya, pelibatan aparat penegak hukum (APH) dalam program revitalisasi satuan pendidikan bertujuan untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan hukum dan bebas dari hambatan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai ketentuan hukum, tanpa hambatan, selesai tepat waktu, serta dapat dimanlfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Mursalim berharap pengawasan sejak tahap pelaksanaan ini dapat mendorong seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu, fasilitas pendidikan yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa serta meningkatkan kualitas lingkungan belajar di sekolah.
Kepala sekolah SMP 2 PGRI Takalar, Shanty Samad mengapresiasi tim gabungan dari Polres Takalar, Kejaksaan Negeri Takalar dan Diknas Pendidikan Takalar yang berkunjung melihat langsung perkembangan Pembangunan bantuan Revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendidasmen) Republik Indonesia.
"Bagi kami, kehadiran Tim Monev ini adalah sebuah kehormatan dan bentuk nyata dari sinergi dan pendampingan. Kami tidak melihat ini sebagai pengawasan, tapi sebagai bagian agar kami bekerja dengan aman, benar, dan selamat dari sisi administrasi, mutu, maupun hukum." Ujar Shanty Samad.
Shanty juga menyampaikan alhmdulillah kami laporkan bahwa progres pelaksanaan revitalisasi di sekolah kami sampai hari ini telah mencapai 50%.
"Capaian ini bisa terwujud berkat kerja keras pelaksana, pengawasan konsultan, dan dukungan komite serta dewan guru." Tambahnya.
Kami berkomitmen penuh untuk menjaga pelaksanaan program revitalisasi ini tepat mutu, tepat waktu, tepat Sasaran, dan Tertib Administrasi." Pungkasnya.
Sementara, Kepala SMPN 2 Takalar, Rusdianto menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terimakasih atas kunjungan Tim dari unsur Aparat Penegak Hukum, Polres Takalar, Kejaksaan Negeri Takalar dan Diknas Pendidikan Takalar.
"Kami menyambut baik kunjungan Tim dari APH dan Diknas Pendidikan Takalar karena tidak hanya memberikan kami motivasi tapi juga semangat. Bagi kami disatuan pendidikan yang melaksanakan program revitalisasi tapi membangun juga kepercayaan bagi diri kami bisa terus mendorong, mengupayakan program ini bisa berjalan sesuai pedoman pelaksanaan.jar Rusdianto.
"Alhmdulillah kehadiran tim Monev itu sekali lagi selain memotivasi menujukkan bahwa program ini, itu dipantau dengan baik oleh semua kalangan tentu sebagai sebuah program prioritas dari pemerintah." Kata Rusdianto.
Rusdianto juga menyampaikan bahwa laporan progres Pekerjaan pada revitalisasi disekolahnya pada Minggu kedepan dan memasuki Minggu kesembilan sudah mencapai lebih dari 70 persen.
"Insyaallah jika progres ini bisa kami pertahankan. Kami memperkirakan penyelesaian program ini akan sesuai dengan waktu. Mudah-mudahan kami berdoa, kita diberikan kekuatan untuk bisa menyelesaikan ini dengan rens waktu yang sudah ditentukan" Pungkasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SDN 151 Kalampa, Marwani menyampaikan Terimakasih ke tim gabungan dari polres takalar, Kejaksaan Negeri Takalar dan Diknas Pendidikan Takalar.
"Alhmdulillah setelah Monev ini semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama dan saran serta masukan dari tim akan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan rencana Anggaran biaya (RAB) yang dipersyaratkan didalam ketentuan yang berlaku" jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan monitoring dan evaluasi yang melibatkan Polres Takalar, Kejaksaan Negeri Takalar, dan Dinas Pendidikan Takalar ini menyasar sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi tahap dua dari Kemendidasmen RI, baik tingkat TK/PAUD, SD, maupun SMP di wilayah Kabupaten Takalar.
Editor: Revin