TAKALAR, iNews.id - Aksi pemblokadean jalan yang dilakukan sejumlah emak-emak di Desa Sawakung, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, viral di media sosial, Rabu (7/1/2026).
Dalam video yang beredar luas di platform TikTok, warga tampak mengadang truk tambang yang melintas di jalan desa sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas tersebut.
Dalam rekaman video, terlihat warga menutup akses jalan menggunakan batang kayu dan berdiri di badan jalan. Jalan desa tampak rusak dan berlumpur, diduga akibat sering dilalui kendaraan bertonase berat pengangkut material tambang.
Warga menyuarakan keberatan karena aktivitas truk tambang dinilai meresahkan dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Aksi emak-emak Desa Sawakung ini mendapat beragam respons dari netizen. Banyak warganet menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keberanian warga yang menyuarakan penolakan terhadap truk tambang.
“Semangat ibu-ibu yang melawan tambang,” tulis salah satu netizen di kolom komentar video tersebut.
Tak sedikit pula netizen yang menyoroti dugaan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Takalar. Beberapa komentar bahkan mempertanyakan legalitas tambang dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Bukan hanya jalan yang rusak, air yang dikonsumsi warga juga mulai keruh,” tulis netizen lainnya.
Selain itu, netizen juga meminta pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Takalar, maupun pihak perusahaan tambang terkait aksi pemblokadean jalan dan tuntutan warga Desa Sawakung.
Terpisah, salah satu warga Desa Sawakong yang minta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan kejadian peristiwa pemblokadean jalan menuju akses aktivitas tambang yang diduga ilegal di desa Sawakong.
"Iye Benar, kayak hari Senin tiga hari yang lalu," kata warga setempat kepada iNews.id yang di hubngi, Rabu (7/1/2026).
Puncak dari keresahan warga setempat akibat dampak yang timbulkan dari aktivitas tambang tersebut jalanan rusak, berlumpur akses kendaraan dan aktivitas anak sekolah juga terganggu.
"Jalanan rusak parah/berlumpur susah lewat kendaraan dan anak skolah juga terganggu," katanya.
Ia berharap pihak pemerintah dan aparat terkait untuk segera memulihkan kondisi akses jalan akibat adanya aktivitas tambang tersebut.
"Ini sudah berlangsung satu bulan tapi puncak keresahan warga setempat karena adanya pembiaran dan tak ada pergerakan nyata dari pihak terkait," pungkasnya.
Editor : Abdul Kadir
Artikel Terkait
