SUNGGUMINASA, iNews id - Apel Gelar Pasukan Kesultanan Gowa yang dipimpin Putra Mahkota Kesultanan Gowa, Andi Muhammad Imam, berlangsung khidmat di halaman Istana Balla Lompoa, Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar kerajaan serta sekitar 300 pasukan Kesultanan Gowa. Prosesi apel berlangsung meriah dengan penampilan Meriang Bambu dan Gandrang Bulo, yang semakin menguatkan nuansa budaya dan semangat pelestarian adat Kesultanan Gowa.
Dalam amanatnya, Andi Muhammad Imam menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian dari perjuangan damai untuk menjaga kehormatan adat, sejarah, dan warisan leluhur Kesultanan Gowa, sekaligus memperjuangkan pengakuan hak-hak masyarakat adat sesuai amanat konstitusi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bertujuan menciptakan permusuhan maupun kepentingan politik praktis, melainkan menjadi wadah bagi keluarga besar Kesultanan Gowa untuk menjaga marwah, sejarah, dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Putra Mahkota, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gowa Nomor 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah telah menimbulkan polemik dan dualisme di tengah masyarakat adat. Karena itu, Kesultanan Gowa mengajukan lima tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD Kabupaten Gowa.
Kelima tuntutan tersebut meliputi pencabutan Perda Nomor 5 Tahun 2016 dan pembentukan regulasi baru yang dinilai sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pengakuan terhadap kedudukan Sombayya ri Gowa sebagai pemimpin adat, dukungan terhadap penobatan Putra Mahkota menjadi Sombayya ri Gowa ke-39, pemulihan hak pengelolaan kawasan Istana Balla Lompoa sebagai bagian dari kedaulatan adat, serta penolakan terhadap segala bentuk politisasi adat yang berpotensi memecah belah masyarakat Gowa.
Andi Muhammad Imam juga mengumumkan bahwa pada 5 Agustus 2026, Kesultanan Gowa akan menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kabupaten Gowa untuk menyampaikan tuntutan tersebut.
"Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi maka aksi terus berlanjut sampai terpenuhi," tegas Putra Mahkota di hadapan ratusan peserta apel.
Ia mengimbau seluruh pasukan Kesultanan Gowa dan Tubarania Kesultanan Gowa agar tetap menjaga ketertiban, disiplin, menghormati aparat keamanan maupun masyarakat, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menempuh perjuangan melalui jalur damai, bermartabat, dan konstitusional.
Apel Gelar Pasukan kemudian secara resmi dinyatakan sebagai bentuk komitmen Kesultanan Gowa dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat adat melalui mekanisme yang damai dengan tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku.
Editor : Revin
Artikel Terkait
