Bentrokan Dua Fakultas di UIN Alauddin Makassar, Sejumlah Kaca Gedung Kampus Pecah

SUNGGUMINASA, iNews.id - Bentrokan antar dua kelompok mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) serta Fakultas Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pecah pada Jumat sore (29/8/2025). Kericuhan yang terjadi di dalam kawasan kampus di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini menyebabkan sejumlah kaca gedung perkuliahan pecah akibat lemparan batu dan balok kayu.
Menurut informasi yang dihimpun, bentrokan bermula dari aksi saling kejar dan lempar antara dua kubu mahasiswa yang berujung ke bagian belakang gedung fakultas. Suasana kampus yang sebelumnya kondusif mendadak mencekam, karena kedua kelompok mahasiswa terus saling serang.
Pihak keamanan kampus (security) UIN Alauddin Makassar sempat berusaha membubarkan bentrokan, namun tidak digubris oleh mahasiswa yang terlibat. Bentrokan diduga dipicu oleh penikaman terhadap salah satu mahasiswa Fakultas Saintek pada Jumat subuh, yang disebut dilakukan oleh orang tak dikenal dari luar kampus.
Bentrokan akhirnya berhenti setelah pihak keamanan kampus bersama aparat kepolisian dari Polres Gowa melakukan negosiasi dengan kedua kelompok mahasiswa. Aparat meminta mahasiswa untuk membubarkan diri dan kembali ke fakultas masing-masing guna meredam situasi.
Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Bidang Kemahasiswaan, Prof Muhammad Halifah Mustamin, membenarkan bahwa insiden penikaman terhadap mahasiswa Fakultas Saintek menjadi pemicu utama bentrokan tersebut.
“Bentrokan ini terjadi karena adanya insiden penikaman terhadap mahasiswa Saintek. Kami masih menyelidiki apakah benar pelaku berasal dari luar kampus,” ujar Prof. Halifah saat diwawancarai di lokasi.
Hingga Jumat petang, aparat dari Unit Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Gowa masih bersiaga di dalam kampus untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Sementara itu, pihak kampus memutuskan untuk menggelar seluruh kegiatan perkuliahan secara daring hingga 4 September 2025 sebagai langkah antisipasi.
Situasi kampus kini masih dalam pengawasan ketat pihak keamanan dan kepolisian.
Editor : Revin