get app
inews
Aa Text
Read Next : Ombudsman Bongkar 34 Kasus Keracunan MBG, Ribuan Siswa Jadi Korban

Presiden Prabowo Suspend 1.030 Dapur MBG, Langkah Tegas Perbaiki Kualitas Gizi

Jum'at, 20 Maret 2026 | 02:30 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan terkait evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan latar ilustrasi dapur SPPG. Foto iNews.id/ Akbar

JAKARTA, iNewsGowa.id - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diputuskan untuk dihentikan sementara (suspend) demi peningkatan kualitas layanan.

Kebijakan ini ditegaskan bukan untuk menghentikan program, melainkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh agar standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi.

Pemerintah ingin memastikan program strategis ini berjalan optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat.

“Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo saat sesi tanya jawab bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, keputusan ini diambil setelah menerima berbagai masukan dan kritik dari lapangan. Alih-alih menutup diri, pemerintah justru menjadikan kritik sebagai bahan pembenahan.

“Saya kirim orang-orang saya untuk ngecek. Dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan, tindakan tegas akan diberikan kepada dapur SPPG yang tidak memenuhi standar. Bahkan, sebanyak 1.030 dapur telah disuspend setelah melalui inspeksi ketat.

“Yang sudah di-suspend 1.030. Ini ada ibu Nanik, wakil kepala, yang sidak terus. Sangat tegas,” katanya.

Ke depan, pemerintah menerapkan sistem sertifikasi ketat. Setiap dapur wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, hingga proses pengolahan. Jika tidak lolos, dapur akan langsung dihentikan sementara hingga dilakukan perbaikan.

“Kalau mau bertahan, harus lulus sertifikasi. Dicek airnya, cara masaknya, sampai peralatan. Kalau tidak beres, ditutup,” tegas Prabowo.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat, sekolah, hingga orang tua kini dapat ikut memantau dan melaporkan pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Siapa pun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat boleh masuk dan komplain,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya perubahan budaya dalam tata kelola program, khususnya meninggalkan kebiasaan laporan yang tidak sesuai fakta.

“Laporan yang hanya bagus-bagus itu tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas,” tandasnya.

Pemerintah berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan memperbaiki sistem, agar program MBG benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda Indonesia.

Editor : Revin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut