get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Warga Tak Pernah Dapat Bantuan, DPRD Takalar Minta Pemerintah Aktif Identifikasi Warga Miskin

Satpol PP Takalar Edukasi PKL di Area Terlarang Depan RSUD

Senin, 13 April 2026 | 17:16 WIB
header img
Tim Satpol PP Takalar, saat Berikan Edukasi ke Para Pelaku Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Depan Kantor Dinas Sosial PMD. Foto iNews.id/ Hasanuddin

TAKALAR, iNews.id - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Takalar, Provinsi Sulsel, melalui Kabid Penegakan Perda Satpol PP Takalar, Subair Daeng Pawa, melakukan kunjungan ke lokasi para pelaku usaha di area depan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Takalar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini berjualan di depan area rumah sakit.

Kehadiran Satpol PP Takalar merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menanggapi situasi yang berkembang di lapangan.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha atau PKL. Saat ini mereka berada di area terlarang. Meski demikian, kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait mengenai rencana relokasi pedagang yang berpindah ke depan RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle. Mudah-mudahan segera ada solusi terbaik bagi para pedagang,” ujar Subair.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan yang persuasif dalam menangani persoalan ini.

“Intinya, kami terus berupaya melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat serta humanis, sesuai dengan hasil koordinasi kami dengan pihak OPD terkait,” tutup Subair.

Selain melakukan pengawasan, Subair juga menyerap aspirasi dan masukan dari para pedagang yang berjualan di depan kantor Dinas Sosial PMD Takalar.

Sementara itu, salah satu pedagang bernama Mansur mengaku sudah berjualan di depan RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle sejak adanya perombakan bangunan di lokasi jualan sebelumnya. Lokasi lama tersebut kini digunakan untuk pembangunan kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Semenjak tempat jualan di dalam dirombak untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kami pindah ke sini,” kata Mansur kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sebelum lapak jualannya dipindahkan, memang sudah ada pemberitahuan dari pihak pengelola pembangunan.

“Sebelumnya ada pemberitahuan dari petugas pembangunan KDMP. Katanya, nanti setelah tempat di dalam selesai dibangun, kami bisa kembali lagi. Jadi, untuk sementara kami berjualan di sini dulu,” ungkapnya.

Mansur juga membeberkan adanya perbedaan penghasilan antara saat berjualan di dalam lokasi lama dengan di pinggir jalan (area terlarang) saat ini.

“Kalau di dalam (pendapatan) agak kecil, kalau di luar lumayan, Pak. Karena semua pedagang bisa terlihat pembeli. Intinya jauh berbeda, lebih bagus di luar,” tuturnya jujur.

Mansur berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan solusi terbaik bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak pembangunan KDMP agar mereka tetap bisa menyambung hidup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat puluhan PKL yang berjualan berjejer di depan area Dinas Sosial PMD Kabupaten Takalar untuk sementara waktu, sembari menunggu penataan lebih lanjut dari pemerintah setempat.

Editor : Revin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut