Sarianto ASN Takalar, Raih Gelar Doktor ke-9 di Universitas Negeri Makassar

Hasanuddin
Sarianto Saat Promosi Doktor yang Digelar di Ruang AD5 Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. (Foto: iNews.id/ Hasanuddin).

TAKALAR, iNews.id - Program Guru Penggerak yang dijalankan pada masa Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim dinilai memberi pengaruh besar terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Program tersebut mendorong perubahan tata kelola pendidikan dengan menempatkan partisipasi siswa sebagai unsur utama dalam proses belajar mengajar.

Guru pun didorong menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, pergantian menteri turut mengubah arah kebijakan pendidikan nasional. Program Guru Penggerak kini dihentikan dan digantikan dengan kebijakan baru.

Perubahan itu mendorong Sarianto, mahasiswa Program Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), menyusun disertasi yang mengulas evaluasi Program Guru Penggerak.

Menurutnya, evaluasi terhadap program tersebut penting dilakukan agar capaian positif maupun kekurangannya dapat menjadi pelajaran dalam penyusunan kebijakan pendidikan berikutnya.

"Setiap program tentu memiliki kelebihan dan tantangan. Karena itu perlu dievaluasi supaya kebijakan baru bisa lahir dengan dasar yang lebih kuat," ujar Sarianto.

Melalui disertasi tersebut, Sarianto berhasil meraih gelar doktor dalam sidang promosi yang digelar di Ruang AD5 Gedung Pascasarjana UNM, Jalan Andi Djemma, Makassar, Jumat (24/4/2026).

Sidang promosi doktor itu dipimpin Prof Wahira selaku ketua sidang. Sementara Prof Hamsu Abdul Gani bertindak sebagai promotor dan Dr Ansar sebagai kopromotor. Turut hadir Ketua Program Studi Prof Arismunandar.

Adapun tim penguji internal masing-masing Prof Ismail Tolla, Prof Kamaruddin Hasan, dan Dr Herlina. Sedangkan penguji eksternal adalah Prof Bambang Budi Wiyono.

"Lulus dengan IPK 3,82 dan predikat cumlaude," kata Prof Wahira saat membacakan hasil sidang.

Dalam penelitiannya, Sarianto mendalami faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Program Guru Penggerak pada guru sekolah dasar di Kabupaten Takalar.

Ia menemukan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program.

Selain itu, kualitas guru serta dukungan sosial juga menjadi faktor pendukung utama.

Menurutnya, Program Guru Penggerak telah memberi ruang bagi guru untuk lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran di kelas.

"Guru tidak hanya mengajar, tetapi dituntut menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong siswa aktif, berpikir kritis, dan berani berpendapat," katanya.

Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu guru mengikuti program, penguasaan serta ketersediaan sarana teknologi, serta keterbatasan anggaran untuk mendukung inovasi pembelajaran.

Hasil evaluasi tersebut, kata Sarianto, diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menjalankan program baru pengganti Guru Penggerak.

"Jangan sampai capaian baik dari program sebelumnya hilang begitu saja. Hal-hal yang berhasil harus dipertahankan, sementara kekurangannya diperbaiki," ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Sarianto tercatat sebagai doktor kesembilan pada Program Studi Administrasi Pendidikan Program Pascasarjana UNM.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kerabat dan rekan yang mendukung serta membantu saya selama menulis disertasi ini. Jasa mereka tidak bisa saya hitung," ucapnya.

Siapa Sosok Sarianto

Sarianto lahir di Paririsi, Kabupaten Takalar, pada 15 Juni 1982.

Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan almarhum Sangkala Kulle dan almarhumah Masyuri Dg Ngintang.

Pendidikan formalnya dimulai di SD Inpres 234 Takalar Kota pada 1988 hingga 1995.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Takalar dan tamat pada 1998.

Jenjang pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 2 Takalar sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMA Swasta Ranggong Daeng Romo pada 2001.

Pada tahun yang sama, ia melanjutkan studi di STAI YAPIS Takalar pada program DII Pendidikan Sekolah Dasar hingga 2003.

Setelah itu, ia meneruskan ke jenjang strata satu di kampus yang sama dan meraih gelar sarjana pendidikan Islam.

Usai menamatkan pendidikan sarjana, Sarianto kemudian diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara dan mulai mengabdi sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar pada 2009.

Keinginan untuk terus belajar membawanya kembali ke bangku kuliah pada 2016.

Ia menempuh pendidikan strata dua di Pascasarjana UNM Program Studi Pendidikan Dasar dan meraih gelar magister pada 2019.

Kini, perjuangannya berbuah manis setelah berhasil menuntaskan studi doktoral pada Program Pascasarjana UNM dengan konsentrasi Administrasi Pendidikan.

Selain berkiprah di dunia pendidikan, Sarianto juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya Ketua KNPI Kecamatan Pattallassang, Ketua PGRI Kecamatan Polong bangkeng utara, Penyelenggaraan Pemilu tingkat Kecamatan, Ketua Lazismu Takalar, MPO pemuda Pancasila Takalar, Pengurus ICMI Takalar, Dewan Pembina LIDMI Pusat, dan Wakil Ketua KONI Takalar

Ia juga pernah menempati sejumlah jabatan dalam pemerintahan Kabupaten Takalar, di antaranya guru sekolah dasar, Kepala Desa Manggindara, kepala sekolah.

Kemudian pengawas tingkat SD, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Takalar, serta Kepala Bidang Olahraga Dinas Pariwisata Takalar.



Editor : Revin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network