Warga Geram Berbulan-bulan Listrik Sering Padam, HMI Desak Kepala PLN Jeneponto Mundur

Haris
Protes Pemadaman Listrik, Puluhan Mahasiswa dari HMI Komisariat STIE dan STKIP YAPTI Jeneponto Menggelar Aksi Damai di Depan Kantor PT PLN ULP Jeneponto. Foto iNews.id/ Haris

JENEPONTO, iNews.id - Puluhan mahasiswa dari HMI Komisariat STIE dan STKIP YAPTI Jeneponto menggelar aksi damai di depan kantor PT PLN (Persero) ULP Kabupaten Jeneponto, Rabu (4/11/2026).

Aksi ini dipicu maraknya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan pihak PLN ULP Jenepento dengan alasan pengaturan beban akibat pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan, namun dinilai berjalan tidak adil dan sangat merugikan masyarakat serta pelaku UMKM Jeneponto.

Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak manajemen PLN ULP Jeneponto.

Fajar Saputra, selaku Jenderal Lapangan dalam aksi tersebut, menyampaikan bahwa langkah yang diambil ini merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman yang terjadi berulang kali.

"Aksi ini merupakan perlawanan terhadap ketidakadilan pemadaman listrik bergilir di Jeneponto. Rakyat berhak mendapatkan pelayanan yang baik, bukan justru dibiarkan dalam kegelapan tanpa kejelasan," ujar Fajar Saputra di hadapan peserta aksi dan pihak PLN yang menerima pernyataan sikap tersebut.

Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut apalagi sampai merugikan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami mendesak Kepala PLN ULP Jeneponto untuk bertanggung jawab atas persoalan pemadaman listrik bergilir yang sangat merugikan masyarakat dan para pelaku UMKM di Kabupaten Jeneponto. Jika tidak mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dan memastikan pelayanan kelistrikan yang layak bagi masyarakat, maka dengan terhormat mohon untuk mengundurkan diri," tegasnya.

Para mahasiswa juga menuntut transparansi penuh dari pihak PLN.

"Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selama berbulan-bulan kami mengalami pemadaman, namun tidak ada penjelasan yang terbuka dan transparan. Oleh karena itu, kami mendesak PLN ULP Jeneponto memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab pemadaman dan langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini," ungkap Fajar Saputra.

Selain itu, pihaknya meminta adanya perbaikan sistem secara menyeluruh.

"Kami juga mendesak PLN ULP Jeneponto segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan distribusi listrik, guna menjamin terpenuhinya hak masyarakat atas pelayanan kelistrikan yang stabil dan berkelanjutan," tambahnya.

Dalam penegasan sikap yang dibacakan di lokasi aksi, para mahasiswa menyatakan komitmen mereka untuk terus mengawal persoalan ini hingga selesai.

"Kami menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap pelayanan publik yang dinilai belum maksimal. Kami tidak akan berhenti menyuarakan kepentingan masyarakat selama persoalan ini belum mendapatkan kejelasan dan penyelesaian yang nyata".

Lanjut, "Kami percaya bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, dan suara mahasiswa merupakan salah satu instrumen perjuangan untuk mengingatkan pemegang kewenangan agar tetap menjalankan tanggung jawabnya. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban dari buruknya pelayanan publik. Jangan jadikan pemadaman listrik sebagai persoalan biasa ketika dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat," bunyi penegasan sikap tersebut.

Sementara itu, pihak PLN tidak memberikan keterangan hingga massa aksi membubarkan diri dengan sendirinya.



Editor : Revin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network