get app
inews
Aa Text
Read Next : SDIT Wihdatul Ummah Takalar Tanamkan Karakter Berbagi Lewat Aksi Tebar Takjil

Petani Takalar Kini Mudah Akses BBM Subsidi, Simak Caranya

Rabu, 25 Maret 2026 | 20:39 WIB
header img
Kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan, Tanaman Pangan Kabupaten Takalar, Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Pattallassang. Foto : Hasanudin

TAKALAR, iNews.id – Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan).

Kebijakan ini dilakukan dengan menyederhanakan prosedur pengurusan BBM jenis solar dan pertalite, yang selama ini kerap dikeluhkan karena dianggap rumit.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, H. Parawangsa, mengatakan petani kini cukup membawa Surat Keterangan (Suket) dari desa atau kelurahan untuk mendapatkan akses BBM subsidi.

“Petani yang membutuhkan solar cukup membawa Suket dari desa atau kelurahan, kemudian ke Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk mendapatkan barcode. Barcode itu bisa langsung digunakan di SPBU,” ujar Parawangsa, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, guna mengatasi kendala distribusi BBM yang selama ini dihadapi petani.

Menurutnya, kemudahan tersebut berlaku bagi petani yang memiliki alat pertanian seperti traktor, mesin pompa air, dan peralatan pendukung lainnya.

“Pemerintah ingin memastikan aktivitas pertanian berjalan lancar tanpa kendala bahan bakar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Takalar, Muh. Ilham Hamada, menambahkan bahwa barcode yang diterbitkan akan disesuaikan dengan domisili petani, sehingga memudahkan akses ke SPBU terdekat.

Ia berharap, kebijakan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Takalar.

Di sisi lain, kebijakan tersebut disambut positif oleh para petani. Salah satunya, Rusli Daeng Ngempo, petani asal Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, yang mengaku sangat terbantu dengan kemudahan pengurusan BBM.

Menurutnya, kebutuhan BBM saat ini meningkat seiring aktivitas pengolahan lahan pascapanen.

“Kami sangat terbantu dengan kemudahan ini. Harapan kami, pemerintah juga terus memperhatikan stabilitas harga hasil pertanian,” ujarnya.

Editor : Abdul Kadir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut