get app
inews
Aa Text
Read Next : Begini Motif Pelaku Penganiayaan Kacab Pos Takalar Hingga Bawa Kabur Uang Ratusan Juta

Siswa SMKN 5 Takalar Diduga Dianiaya Pakai Parang, Polisi Masih Selidiki

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:59 WIB
header img
Siswa Kelas X SMKN 5 Takalar Diduga Korban Penganiyaan. Foto iNews.id/ Hasanuddin

TAKALAR, iNews.id - Seorang siswa kelas X SMKN 5 Takalar, Muhammad Saleh Alba Paki (15), menjadi korban dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan sekolah, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga dianiaya oleh sesama siswa menggunakan parang. Insiden tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian lengan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Direktur RS H Padjonga Daeng Ngalle, dr Ruslan, membenarkan adanya seorang siswa SMKN 5 Takalar yang sedang menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Yang bersangkutan sementara berada di IGD dan mengalami luka robek pada lengannya. Rencananya hari ini akan dilakukan operasi," ujar dr. Ruslan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi korban saat ini relatif stabil dan tidak dalam keadaan kritis. Penanganan medis dilakukan segera setelah korban tiba di rumah sakit.

"Untuk kondisinya saat ini tidak kritis karena cepat kami tindaklanjuti dan ditangani oleh tenaga medis," tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, IPTU Harianto, mengaku belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan masih mengikuti sejumlah agenda kedinasan.

"Nanti kami cek karena saya tadi pagi sertijab sampai siang, lanjut sertijab. Langsung tanya ke penyidik karena saya masih lanjut acara," kata IPTU Harianto.

Ia mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Kanit PPA Polres Takalar, IPDA Syaiful, mengingat pihak yang terlibat dalam perkara tersebut masih berstatus anak.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada IPDA Syaiful belum mendapatkan tanggapan.

Pihak sekolah juga masih belum memberikan keterangan. Kepala Sekolah SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, belum berhasil dikonfirmasi terkait insiden tersebut.

Insiden ini turut mendapat perhatian dari LSM Pemantik Takalar. Aktivis lembaga tersebut, Suwandi, menyayangkan adanya dugaan penggunaan senjata tajam di lingkungan sekolah.

Ia mempertanyakan bagaimana seorang siswa dapat membawa parang masuk ke area sekolah hingga akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

"Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa siswa bisa membawa parang masuk ke sekolah? Berarti ada dugaan lemahnya pengawasan selama ini di lingkungan SMKN 5 Takalar yang dinahkodai Syarifuddin sebagai kepala sekolah," tegas Suwandi.

Menurutnya, pihak sekolah perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian serta langkah yang dilakukan untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, sementara pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.

Editor : Revin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut