Satu Angkatan Akpol 1991, Dua Jenderal Polisi Putra Sulsel Masuk Gerbong Mutasi

Asward Taufiq
Surat Telegram Kapolri. Dua Jenderal Polisi Putra Sulsel Masuk Gerbong Mutasi. Foto iNews.id/ Asward

MAKASSAR, iNews.id - Dua perwira tinggi Polri yang merupakan putra Sulawesi Selatan, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran dan Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, masuk dalam gerbong mutasi terbaru Kapolri. Keduanya kini ditempatkan sebagai perwira tinggi dalam rangka memasuki masa pensiun.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Secara keseluruhan, Kapolri melakukan rotasi terhadap ratusan perwira tinggi dan perwira menengah Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier dan kebutuhan institusi.

Fadil Imran, dari Astamaops Kapolri menuju masa pensiun.

Nama Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, M.Si. menjadi salah satu nama utama dalam telegram mutasi tersebut.

Fadil yang sebelumnya dipercaya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) kini dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Astamaops Kapolri selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Fadil Imran merupakan putra Makassar. Ia lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968 dan merupakan lulusan Akpol 1991. Perjalanan kariernya di Polri cukup panjang, terutama di bidang reserse, sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis hingga tingkat Mabes Polri.

Dengan penempatan sebagai Pati Stamaops dalam rangka pensiun, berakhir pula salah satu fase panjang perjalanan Fadil Imran di tubuh Polri setelah mengemban berbagai jabatan strategis.

Andi Rian Djajadi juga masuk masa pensiun

Sementara itu, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi juga tercantum dalam telegram mutasi yang sama.

Andi Rian yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri, kini dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Wakalemdiklat Polri selanjutnya diisi Irjen Pol R. Yoseph Wihastono Yoga Pranoto, yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Andi Rian merupakan putra Makassar yang lahir pada 25 Agustus 1968. Ia juga merupakan alumni Akpol 1991 dan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sepanjang kariernya, Andi Rian pernah dipercaya memimpin sejumlah wilayah, termasuk Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolda Sumatera Selatan, sebelum kemudian ditugaskan sebagai Wakalemdiklat Polri.

Dua putra Sulsel, satu fase akhir pengabdian

Masuknya Fadil Imran dan Andi Rian dalam penempatan “dalam rangka pensiun” menjadi salah satu bagian penting dari mutasi besar Polri akhir Agustus 2026.

Keduanya sama-sama lahir di Makassar dan merupakan lulusan Akpol 1991. Karier keduanya juga berkembang hingga menduduki posisi strategis di tingkat nasional.

Bagi Sulawesi Selatan, Fadil Imran dan Andi Rian merupakan dua nama yang telah cukup lama menghiasi jajaran pimpinan Polri. Kini, setelah puluhan tahun mengabdi, keduanya memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdian mereka.

Mutasi bukan sekadar pergantian jabatan. Bagi dua jenderal putra Sulsel tersebut, telegram Kapolri kali ini menjadi penanda berakhirnya masa aktif mereka di kepolisian dan dimulainya fase baru setelah pengabdian panjang kepada institusi Polri.



Editor : Revin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network